Senin, 10 Desember 2018

TENTANG SISTEM OPERASI

SISTEM OPERASI


Pengertian Sistem Operasi


Dalam Ilmu Komputer, Sistem Operasi adalah Perangkat lunak (software) yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen terhadap perangkat keras (hardware) serta operasi-operasi dasar system. Dalam arti luas, Sistem Operasi adalah Pengelola seluruh sumber daya pada komputer yang memudahkan pemakai dalam penggunaan serta pemanfaatan sumber daya sistem komputer. 

Sistem Operasi : Pengertian, Bagian, Fungsi, Macam, Jenis dan Contohnya

Sedangkan menurut ensiklopedia bebas Wikipedia, Sistem operasi adalah perangkat lunak sistem yang mengatur sumber daya dari perangkat keras dan perangkat lunak, serta sebagai jurik (daemon) untuk program komputer.

Sistem Operasi ibarat roh atau nyawa dari sebuah komputer. Tanpa Sistem Operasi, sebuah komputer tidaklah dapat menjalankan program aplikasi, kecuali program booting. Dalam bahasa inggris, Sistem Operasi disebut Operating System, yang sering disingkat dengan OS.

Secara umum, sistem operasi merupakan software pada lapisan pertama yang ditempatkan pada memori komputer yaitu harddisk, pada saat komputer dinyalakan booting. Sedangkan software yang lain dijalankan setelah sistem operasi berjalan, dan sistem operasi akan melakukan layanan inti pada perangkat kunak. Layanan inti tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, penjadwalan tugas, dan antar-muka user GUI/CLI. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh sistem operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan "kernel" suatu sistem operasi.

Kalau sistem komputer terbagi dalam lapisan-lapisan, maka sistem operasi adalah penghubung antara lapisan hardware dengan lapisan software. Sistem operasi melakukan semua tugas-tugas penting dalam komputer, dan menjamin aplikasi-aplikasi yang berbeda dapat berjalan secara bersamaan dengan lancar. Sistem operasi menjamin aplikasi lainnya dapat menggunakan memori, melakukan input dan output terhadap peralatan lain, dan memiliki akses kepada sistem berkas. Apabila beberapa aplikasi berjalan secara bersamaan, maka Sistem operasi mengatur schedule yang tepat, sehingga sedapat mungkin semua proses yang berjalan mendapatkan waktu yang cukup untuk menggunakan prosesor (CPU) serta tidak saling mengganggu.

Bagian-Bagian Sistem Operasi Komputer


Dalam banyak kasus, sistem operasi menyediakan suatu pustaka dari fungsi-fungsi standar, di mana aplikasi lain dapat memanggil fungsi-fungsi itu sehingga dalam setiap pembuatan program baru tidak perlu membuat fungsifungsi tersebut dari awal.

Secara umum, bagian-bagian yang terdapat dalam Sistem Operasi yakni :

•    Mekanisme Boot, adalah meletakkan kernel ke dalam memori
•    Kernel yaitu inti dari sebuah sistem operasi
•    Command Interpreter atau shell, yang bertugas dalam membaca input dari pengguna
•    Pustaka-pustaka, yaitu yang menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar yang dapat dipanggil oleh apliaksi lain
•    Driver untuk berinteraksi dengan hardware eksternal, sekaligus untuk mengontrolnya

Fungsi Sistem Operasi


Fungsi sistem operasi secara umum adalah sebagai berikut:

1.    Resource manager, yaitu sebagai pengelolaan sumber daya dan mengalokasikannya, Contoh: memori, CPU, Disk Drive dan perangkat lainnya.
2.    Interface / tatap muka, yaitu sebagai perantara antara pengguna dengan perangkat keras dengan menyediakan tampilan kepada pengguna yang lebih mudah dipahami dan bersahabat (user friendly)
3.    Coordinator, mengkoordinasi dan menyediakan fasilitas sehingga aktifitas yang kompleks dapat diatur dan dapat diproses secara berurutan.
4.    Guardian, menyediakan akses kontrol yang bertugas untuk melindungi file dan memberi pengawasan pada data dan program.
5.    Gate Keeper, berfungsi sebagai pengendali hak akses oleh pengguna yang mengendalikan siapa saja yang berhak masuk ke dalam sistem dan mengawasi apa saja yang dilakukannya.
6.    Optimizer adalah penjadwal masukan (input) oleh user, pengaksesan basis data, proses komputasi dan penggunaan.
7.    Accountant befungsi untuk mengatur waktu CPU, penggunaan memori, pemanggilan I/O, disk storage, dan waktu koneksi terminal.
8.    Server berfungsi untuk melayani pengguna komputer.

Jenis-Jenis Sistem Operasi

Sistem Operasi : Pengertian, Bagian, Fungsi, Macam, Jenis dan Contohnya

Berdasarkan kontak atau interface dengan usernya, sistem operasi komputer bisa dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

1. Command line interface

Command line interface atau CLI merupakan jenis sistem operasi komputer yang memiliki kontak interaksi dengan usernya atau interfacenya menggunakan perangkat keras yang berbasis huruf, angka, dan juga symbol. Saat ini, CLI sudah jarang sekali, dan bahkan sudah tidak digunakan sama sekali, apalagi untuk keperluan user. CLI banyak digunakan untuk keperluan khusus saja, contoh dari sistem operasi berbasis CLI ini adalah Sistem Operasi DOS.

2. Graphical User Interface


Graphical user interface atau GUI merupakan jenis sistem operasi komputer yang mengandalkan interaksi grafis dengan user atau penggunanya. Penggunanya dapat memperoleh informasi secara lebih jelas dengan tambahan fitur grafis, dan juga pewarnaan, sehingga tidak monoton. GUI banyak digunakan pada sistem operasi saat ini, seperti Windows dan juga Mac OS.

Macam-Macam Sistem Operasi


Berikut adalah beberapa macam Sistem Operasi yang digunakan pada komputer :

1. Microsoft DOS (Disk Operating System) adalah salah satu sistem operasi yang banyak digunakan oleh komputer IMB-PC maupun oleh komputer yang kampatibel dengan OS Microsoft DOS. Mic DOS dilauching pertama kali di tahun 1981. OS ini dibuat oleh tim petterson dari perusahaan Seatle Computer Products(SCT) sebelum dikembangkan oleh Microsoft.

2. AmigaOS adalah sistem operasi milik asli dari komputer pribadi Amiga. Ini dikembangkan pertama kali oleh Commodore International dan diperkenalkan dengan peluncuran Amiga pertama, Amiga 1000, pada tahun 1985.

3. OS / 2 adalah serangkaian sistem operasi komputer, awalnya dibuat oleh Microsoft dan IBM, kemudian dikembangkan oleh IBM secara eksklusif.

4. Linux merupakan salah satu macam Sistem Operasi yang bertipe Unix modular. Jenis Sistem Operasi ini diperkirakan dikembangkan sekitar tahu 1970-an hingga 1980-an. Linux menggunakan kernel Monolitik. Perbedaan OS linux dari disistem operasi yang lain yaitu OS ini memiliki kernel dan komponen-komponen yang terbuka.

5. Unix merupakan OS yang banyak digunakan di komputer supercomputer dan mainframe, atau lebih tepatnya di perusahaan besar yang menggunakan supercomputer untuk menglola data yang sangat besar.

6. Haiku OS
 atau dulu BeOS adalah Sistem operasi ini merupakan salah satu jenis sistem operasi yang bersifat Open Source. Dimana HAIKU ini pada jamannya sangat dikenal sebagai OS yang memiliki arsitektur yang kuat untuk menjalankan multimedia, mendukung multiprosesor, mendukung 64 journaling file sistem. Dikembangkan pada tahun 2001 untuk menggantikan BeOS.

7.  Sun Solaris adalah sebuah sistem operasi keluarga Unix yang dikembangkan oleh Sun Microsystems Inc (diakuisisi oleh Oralce). Open solaris adalah Sun Solaris yang di open-source kan di bawah lisensi CDDL (Common Development and Distribution License)

Solaris OS adalah operating system yang sangat terkenal didunia karena kestabilannya. Solaris OS sangat dipercaya sebagai OS server terutama pada mesin-mesin critical yang menuntut high availability, stability, reliable, serta scalable.

8. Macintosh (Mac OS) adalah Operating system yang diciptakan khusus untuk komputer macintosh serta OS ini tidak kompatibel dengan Personal Computer yang berbasi IMB. MAC OS pertamakali dikenalkan secara public pada tahun 1984, Os ini dibuat oleh Apple Computer

9. Windows adalah salah satu macam Sistem Operasi yang paling banyak digunakan saat ini. Pada tahun 1990 Windows dikeluarkan pertama kali  oleh Perusahaan Microsoft Corporation yang dinamai dengan windows 3.0 yang berbasis GUI. Ada banyak sekali versi yang dikeluarkan oleh windows tapi yang paling banyak digunakan belakangan ini yaitu versi: windows 7, windows 8, dan versi terbarunya yaitu windows 10. Windows sendiri menawarkan kemudahan cara pengoperasiannya bagi para User.

10. Chrome OS adalah sistem operasi sumber terbuka (Open Source) yang dirancang oleh Google Inc. untuk bekerja secara eksklusif dengan aplikasi web. Chrome OS diumumkan pada tanggal 7 Juli 2009, dan versi stabilnya akan diluncurkan umum pada paruh kedua tahun 2010. Sistem operasi ini berbasis Linux dan hanya akan berjalan pada pada perangkat keras yang dirancang khusus(Chrome OS hanya boleh di install pada Chrome Book)

linux

 

 

1.     PARTISI PRIMARY

Jenis partisi ini merupakan jenis partisi utama diharddisk untuk system operasi umumnya. Partisi primary hanya bisa dibuat maksimal 4 partisi, hal ini sangat berbeda dengan sistem DOS yang hanya mengijinkan satu jenis partisi primary untuk system. Jenis partisi ini menempati nomor partisi 1, 2, 3 dan 4. Misalnya harddisk sda bisa dibuat sda1, sda2, sda3 dan sda4.

2.     PARTISI EXTENDED

Merupakan partisi perluasan untuk mengatasi kekurangan partisi primary dimana hanya dimunkinkan adanya 4 partisi. Jika ingin memiliki partisi lebih dari 4 maka partisi extended dibutuhkan yaitu dengan cara mengorbankan satu jenis partisi primary kemudian digunakan oleh partisi extended. Didalam partisi extended ini nantinya dibuat partisi logical untuk mendapatkan partisi yang lebih banyak.
Partisi extended tidak dapat digunakan menyimpan data. Partisi jenis ini selalu menempati nomor partisi +1 dari partisi primary. Misalnya ada 2 jenis partisi primary di harddisk sda maka posisi partisi extended adalah sda3.

3.     PARTISI LOGICAL

Jenis partisi logical selalu dibuat didalam partisi extended. Nomor partisi selalu mulai dari 5 sampai seterusnya. Misalnya ada 3 jenis partisi logical di sda maka masing-masing menempati sda5, sda6 dan sda7. Pada penjelasan diatas digunakan jenis harddisk SCSI dimana harddisk SATA termasuk jenis ini di Ubuntu. Penamaan harddisk IDE tidak dibahas disini karena Ubuntu membaca harddisk sebagai SCSI.
 Jenis-jenis Partisi pada Linux :
Terdapat beberapa jenis-jenis partisi pada Linux yaitu:
1. Partisi root
Partisi root (dilambangkan dengan / – bedakan dengan /root), Partisi root ( / ) digunakan untuk menginstall sistem Linux, hampir sama dengan sistem windows yang biasanya ditaruh di drive C
2. Partisi /swap
Partisi SWAP digunakan sebagai tambahan memori ketika RAM tidak mencukupi ketika sistem menjalankan suatu program. Besarnya Partisi SWAP biasanya 2x ukuran RAM. Jadi jika ram yang kita gunakan adalah 1gb maka besarnya Partisi SWAP adalah 2gb.
3. Partisi /home
Partisi /home diperlukan untuk menghindari kehilangan data saat sistem anda crash dan perlu di-reistalasi. Kondisi seperti diatas diasumsikan hardisknya hanya digunakan untuk satu OS (linux). Anda bisa mempergunakan file sistem Linux ataupun file sistem Windows untuk partisi ini. Partisi /home selain digunakan untuk tempat penyimpanan data User juga digunakan oleh beberapa program untuk meletakkan file konfigurasinya. Sesuaikanlah ukuran partisi /home dengan kapasitas harddisk.
Secara rinci, anda bisa saja membuat lebih dari dua partisi untuk GNU/Linux. Misalnya, partisi khusus untuk direktori /boot, /home, /usr, /bin, /var, /etc atau partisi tambahan lainnya. Tapi, bagi pemula, cukup membagi-nya menjadi 3 partisi saja. Partisi swap (1x RAM komputer, sesuaikan kapasitas memory ), partisi root (/) untuk bernaungnya direktori lain, dan partisi /home untuk menyimpan data-data.
4.Partisi /boot
Partisi boot digunakan untuk menyimpan file boot loader dan semua images dari kernel. Besar partisi untuk boot biasanya mempunyai nilai minimum 100MB.
5.Partisi /usr
Partisi /usr digunakan untuk menyimpan semua file binari dari linux yang diinstal, maka dari itu harus diberi ukuran yang cukup besar.
6.Partisi /chroot
Partisi ini digunakan untuk menyimpan komponen dari chroot,biasanya dibuat pada linux yang akan digunakan sebagai DNS server.
7.Partisi /cache
Partisi cache digunakan untuk menyimpan cache dari proxy server, misalnya squid. Jika linux tidak digunakan sebagai proxy server, bisa diabaikan.
8.Partisi /var
Partisi /var digunakan untuk menyimpan log file system, yaitu menyimpan semua perubahan yang terjadi pada sistem saat sistem berjalan normal.
9.Partisi /tmp
Partisi ini digunakan untuk menyimpan file temporary.

Terdapat beberapa  jenis partisi pada Windows yaitu :
  • FAT ( File Allocation Table ) Merupakan tipe partisi yang sudah cukup tua, digunakan pada saat sistem operasi masih menggunakan DOS. Saat ini masih digunakan pada disket floppy untuk mengatur partisinya, dan melakukan Recovery saja.
  • FAT16 ( File Allocation Table 16 ) dikenalkan oleh MS-DOS tahun 1981 (jadul banget). Awalnya, Sistem ini didesign untuk mengatur file di floopy drive (disket), sekarang aja dah ga ada yang pake disket, FAT16 mengalami beberapa kali perubahan sehingga digunakan untuk mengatur file di harddisk. Keuntungan FAT16 adalah file system ini kompatibel hampir di semua Operating System baik itu WIndows 95/98/me, OS/2 , Linux dan bahkan Unix. Namun dibalik itu masalah paling besar dari FAT16 adalah mempunyai kapasitas tetap jumlah cluster dalam partisi , jadi semakin besar harddisk maka ukuran cluster akan semakin besar, artinya file sekecil apapun tetap akan memakan 16Kb dari harddisk. Hal jelek lain adalah FAT16 tidak mendukung kompresi , enkripsi dan kontrol akses dalam partisi.
  • FAT32 ( File Allocation Table 32 ) mulai di kenal pada sistim Windows 95 SP2, dan merupakan pengembangan lebih dari FAT16. FAT32 menawarkan kemampuan menampung jumlah cluster yang lebih besar dalam partisi. Selain itu juga mengembangkan kemampuan harddisk menjadi lebih baik dibanding.
  • FAT16. Namun FAT32 memiliki kelemahan yang tidak di miliki FAT16 yaitu terbatasnya Operating System yang bisa mengenal FAT32. Tidak seperti FAT16 yang bisa di kenal oleh hampir semua Operating System, namun itu bukan masalah apabila anda menjalankan FAT32 di Windows Xp karena Windows Xp tidak peduli jenis partisi apa yang di gunakan.
  • NTFS( NT File System ) NTFS di kenalkan pertama pada Windows NT dan merupakan file system yang benar benar berbeda di banding teknologi FAT. NTFS menawarkan security yang jauh lebih baik , kompresi file , cluster dan bahkan support enkripsi data. Pada Umumnya NTFS tidak kompatibel dengan Operating System lain yang terinstall di komputer yang sama (Double OS) bahkan juga tidak terdeteksi apabila kalian melakukan StartUp Boot menggunakan floopy. Untuk itu sangat disarankan kepada anda untuk menyediakan partisi yang kecil saja yang menggunakan file system FAT di awal partisi. Partisi ini dapat anda gunakan untuk menyimpan Recovery Tool apabila mendapat masalah. Namun dengan teknologi Windows Xp sekarang yang mempunyai Recovery Tool sendiri , Saya rasa itu tidak begitu penting karena kemampuan Recovery Tool dari Windows Xp sudah cukup baik.
Jenis-jenis Partisi Pada Ubuntu :
Di Ubuntu, kita hanya membutuhkan 1 buah Primary Partition yang tersisa lalu diformat menjadi Extended Partition. Sehingga dengan 1 buah Primary Partition saja, dapat diperbanyak partisinya menjadi lebih dari 1 partisi. Itulah kemudahan yang diberikan oleh Linux . Setelah terbuat 1 partisi Extended, kita akan bagi menjadi 3 buah partisi utama. Yaitu / (baca: root) sebagai tempat tujuan File System yang akan diinstall, /home sebagai tempat penyimpanan data (file kerja), dan swap sebagai virtual memory sistem operasi Ubuntu (Linux).
  • Partisi root hanya mebutuhkan 15 GB saja, karena aplikasi di Ubuntu hanya membutuhan ruang hardisk yang sedikit.
  • Partisi /home, saya akan menyediakan minimal 32 GB untuk tempat penyimpanan repository distro yang digunakan karena rata-rata repo setiap distro (Ubuntu) sebanyak 32 Gb, silahkan ditambah jika rasanya kurang. Dan 31 GB lainya digunakan untuk file kerja.
  • Partisi Swap digunakan untuk virtual memory. Jika sumber daya RAM habis digunakan untuk kinerja software, maka memory Swap sangatlah dibutuhkan. Jumlah swap yang digunakan adalah 2 x jumlah RAM.

TENTANG SISTEM OPERASI

SISTEM OPERASI Pengertian Sistem Operasi Dalam Ilmu Komputer,  Sistem Operasi adalah  Perangkat lunak (software) yang bertugas untu...